Apa itu Raj’ah dan Mengapa Syiah Menyakininya 

Raj’ah dalam terminologi bahasa arab berarti kembali. Sementara menurut istilah adalah kembalinya sekelompok manusia setelah kematian dan sebelum hari kebangkitan, yang terjadi sezaman dengan imam Mahdi aj dan secara nalar hal ini tidak bertentangan dengan akal maupun logika wahyu. Islam maupun agama-agama samawi lainnya memandang bahwa esensi manusia adalah mujarrad terkadang juga disebut (nafs), yang…

Advertisements

Sejarah dan Masa Depan

“Sejarah tidak bisa memberikan sebuah program untuk masa depan. Tetapi ia bisa menyajikan pemahaman yang lebih utuh tentang diri dan kemanusiaan kita; sehingga kita dapat menghadapi masa depan dengan lebih baik.” (Robert P. Warren, penyair, novelis, dan kritikus sastra terkemuka AS, 1905-1989) Salah satu fungsi dari sejarah adalah sebagai sumber memahami kekinian dengan menggunakan bahan-bahan…

Selalu Ada Asa, Janganlah Pernah Berputus Asa! 

Bisa dicerna oleh akal, sesuatu hal yang kecil memang tak ada harganya. Padahal, seribu langkah dimulai dari satu langkah pertama. Gedung yang tinggi dimulai dari satu batu bata pertama. Maka janganlah kita memandang kecil suatu kebaikan. Sebarkanlah nilai-nilai kebaikan di tengah-tengah manusia. Sungguh, muslim terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi umat manusia. Karena jika engkau…

Senyum Cara Paling Mudah Kurangi Stres 

Tersenyum merupakan salah satu cara yang paling mudah untuk mengurangi stres dan menambah teman. Seperti diketahui dibutuhkan lebih sedikit otot wajah untuk membuat seseorang tersenyum dibanding cemberut. Beberapa ahli menyatakan dibutuhkan 43 otot untuk cemberut dan hanya 17 otot untuk tersenyum. Namun beberapa lainnya menyebutkan dibutuhkan 62 otot untuk cemberut dan hanya 26 otot untuk…

Definisi Filsafat

Definisi Filsafat [1] Prolog Sampai sekarang para peminat filsafat masih dibingungkan dengan kata filsafat itu sendiri. Apa yang dimaksud dengan kata filsafat yang cukup keren ini? Kata ini sekalipun masih misterius tetapi cukup menarik bagi para pelajar yang serius dan juga kelas menengah yang gandrung dengan pemikiran. Mengapa menarik karena dari kata filsafat tersirat pemikiran yang…

Jangan Terlena dengan Banyaknya Amal !

Kharimahahlulbait => Allah swt berfirman, وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ “Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail, (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS.Al-Baqarah:127) Ayat ini menceritakan doa Nabi Ibrahim as. Ketika beliau bersama…

QS. al-Ikhlas [112]: ayat 3, (1) Konsekuensi Tauhid 

لَمْ يَلِدْ وَ لَمْ يُولَدْ “Dia tidak melahirkan juga Dia tidak dilahirkan” (QS. Al-Ikhlas [112]: 3) Hadis Diriwayatkan oleh Ammar bin Jaham dari Abdullah bin Hayy bahwa ia pernah mendengar Amirul Mukminin Ali bin Abi Thali ra. berkata, “Barangsiapa membaca surah al-Ikhlas sebanyak sepuluh kali setelah shalat Subuh, maka pada hari itu ia tidak akan…

QS. al-Ikhlas [112]: ayat 4, (2) Tafsir Filosofis: Allah antara Iya dan Tidak 

وَ لَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً أَحَدٌ “Dan tidak ada satu pun yang setara dengan-Nya” (QS. al-Ikhlas [112]: 4) Tadabur Menyambung Bagian Pertama, Surah al-Ikhlas, secara umum, berbicara tentang Allah swt. Dalam ayat ini, Allah diperkenalkan sebagai Realitas yang tidak ada yang setara dan sebanding dengan-Nya. Pemerkenalan dan deskripsi ini jatuh di akhir surah, yakni dalam…

QS. al-Ikhlas [112]: ayat 4, (1) Batas Manusia M– Tafsir Quran

وَ لَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً أَحَدٌ “Dan tidak ada satu pun yang setara dengan-Nya” (QS. al-Ikhlas [112]: 4) Studi Kebahasaan Kufuw pada asalnya adalah kufw, sama-sama berarti setara, sebanding, sepasang, yakni kesamaan dua sesuatu (Mu’jam Maqayis Al-Lughah, jld. 5, hlm. 189). Kata ini digunakan mengenai dua hal yang sama dalam kedudukan dan nilainya (Mufradat Alfazd…

QS. Al-Syu’ara’ [26]: Ayat 192; Cara Praktis Melihat Allah

وَ إِنَّهُ لَتَنْزِيْلُ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ‏  “Dan sesungguhnya itu sungguh penurunan [dari] Tuan alam-alam” (QS. Al-Syu’ara’ [26]: 192) Studi Kebahasaan Kata penunjuk ‘itu’ menunjuk al-Quran yang disebutkan di awal surah (al-Mizan, jld. 15, hlm. 315). Tanzil ‘penurunan’ adalah kata masdar berasal dari kata kerja nazzala(menurunkan). Kata masdar ini di sini bermakna nomina pasif (maf‘ul), yakni yang-diturunkan. Dalam Bahasa…