Apa itu Raj’ah dan Mengapa Syiah Menyakininya 

Raj’ah dalam terminologi bahasa arab berarti kembali. Sementara menurut istilah adalah kembalinya sekelompok manusia setelah kematian dan sebelum hari kebangkitan, yang terjadi sezaman dengan imam Mahdi aj dan secara nalar hal ini tidak bertentangan dengan akal maupun logika wahyu. Islam maupun agama-agama samawi lainnya memandang bahwa esensi manusia adalah mujarrad terkadang juga disebut (nafs), yang…

Advertisements

QS. al-Ikhlas [112]: ayat 3, (1) Konsekuensi Tauhid 

لَمْ يَلِدْ وَ لَمْ يُولَدْ “Dia tidak melahirkan juga Dia tidak dilahirkan” (QS. Al-Ikhlas [112]: 3) Hadis Diriwayatkan oleh Ammar bin Jaham dari Abdullah bin Hayy bahwa ia pernah mendengar Amirul Mukminin Ali bin Abi Thali ra. berkata, “Barangsiapa membaca surah al-Ikhlas sebanyak sepuluh kali setelah shalat Subuh, maka pada hari itu ia tidak akan…

QS. al-Ikhlas [112]: ayat 4, (2) Tafsir Filosofis: Allah antara Iya dan Tidak 

وَ لَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً أَحَدٌ “Dan tidak ada satu pun yang setara dengan-Nya” (QS. al-Ikhlas [112]: 4) Tadabur Menyambung Bagian Pertama, Surah al-Ikhlas, secara umum, berbicara tentang Allah swt. Dalam ayat ini, Allah diperkenalkan sebagai Realitas yang tidak ada yang setara dan sebanding dengan-Nya. Pemerkenalan dan deskripsi ini jatuh di akhir surah, yakni dalam…

QS. al-Ikhlas [112]: ayat 4, (1) Batas Manusia M– Tafsir Quran

وَ لَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً أَحَدٌ “Dan tidak ada satu pun yang setara dengan-Nya” (QS. al-Ikhlas [112]: 4) Studi Kebahasaan Kufuw pada asalnya adalah kufw, sama-sama berarti setara, sebanding, sepasang, yakni kesamaan dua sesuatu (Mu’jam Maqayis Al-Lughah, jld. 5, hlm. 189). Kata ini digunakan mengenai dua hal yang sama dalam kedudukan dan nilainya (Mufradat Alfazd…

QS. Al-Syu’ara’ [26]: Ayat 192; Cara Praktis Melihat Allah

وَ إِنَّهُ لَتَنْزِيْلُ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ‏  “Dan sesungguhnya itu sungguh penurunan [dari] Tuan alam-alam” (QS. Al-Syu’ara’ [26]: 192) Studi Kebahasaan Kata penunjuk ‘itu’ menunjuk al-Quran yang disebutkan di awal surah (al-Mizan, jld. 15, hlm. 315). Tanzil ‘penurunan’ adalah kata masdar berasal dari kata kerja nazzala(menurunkan). Kata masdar ini di sini bermakna nomina pasif (maf‘ul), yakni yang-diturunkan. Dalam Bahasa…